Kau Munculkan Perasaan Itu

Hei kamu yang disana, apa kabar? Mungkin kata – kata seperti itu yang aku ucapkan pertama kali saat bertemu denganmu. Laki – laki yang sangat aku harapkan. Hampir lima tahun tak ada kabar darimu. Apakah kamu masih seperti yang dulu? Apakah kamu masih mengingatku, perempuan yang selalu ada di sisimu kemana pun kamu pergi. Aku tahu bahwa kita dulu dipertemukan dalam sebuah hubungan persahabatan yang luar biasa. Persahabatan yang tidak mengenal lelah. Tangis dan tawa sudah terbiasa kita lakukan bersama. Sejak kebersamaan itu pula, aku merasakan hal yang lain. Perubahan perasaan ini muncul secara perlahan dan aku merasakan hal yang tidak biasa. Belum pernah aku rasakan ini sebelumnya, terlebih denganmu. Kedekatanku denganmu munculkan sesuatu yang berbeda dalam hatiku. Apakah ini yang namanya cinta? Lamanya waktu yang memisahkan kita tak mampu pudarkan perasaanku padamu. Apakah ini yang orang katakan cinta. Apakah cinta datang karena telah terbiasa. Terbiasa karena kebersamaan yang telah lama kita lewati. Mungkin hingga saat ini kamu masih menganggapku sebagai seorang sahabat. Iya, tak lebih dari itu, sebuah hubungan persahabatan. Seiring berjalannya waktu, apakah kau tak merasakan hal yang saat ini sedang aku rasakan? Perasaan sayang mungkin? Apakah yang harus aku lakukan hingga hatimu dapat menjadi milikku? Dapatkah kurasakan kasih sayangmu? Dapatkah kurasakan hangatnya cintamu? Dapatkah kutambatkan hatiku padamu? :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s